Minggu, 17 Maret 2013

Mutiara Kata




Tak kuasa ku tahan air mata
Saat ku putuskan untuk pergi
Saat ku memilih pergi demi sesuatu yang yang lebih pasti
Meski kini terasa sepi ,,, q bagai bulan yang sendiri
Di tengah terbentang langit luas pada malam gelap
Tiada ssesuatu pun yang pernah bertanya
Tentang kabar q ,,, tentang kelelahan q
Ku meringkuh dalam dekapan tangan q

Sabtu, 09 Juni 2012

Puisi

Semalam aku tak ditemani
rembulan
hadirnya ada namun tak nampak
terang
bersembunyi dibalik tabir awan
yg kelabu
sedang pungguk tegak didahan
ilalang bersenandung
sayu
meski nadanya sumbang
ku coba mencari wajah mu
di panorama langit berbatas kegelapan namun
tak dapat ku temui
Meski hanya siluet mu
yang masih saja memburu waktu
sedang hamparan samudra masih dangkal menanti hujan menyatukan diri
Jadilah seperti lilin, ketika habis terbakar tak membuat ia ikut kehilangan wujud walau ia akan berubah bentuk.
Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan
dirimu. Biarkan hatimu kembali
melebarkan sayapnya dan terbang ke
alam bebas lagi
Ingatlah,, bahwa kamu mungkin
menemukan cinta dan kehilangannya.
tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak
perlu mati bersamanya
..

Keheningan

Gugurlah helai helai daun renta di perjalanan hening
Ketika satu kuncup memberi cahaya bagi bumi yang lengang
Kemanakah kan berakhir ujung jalan itu duhai sang waktu
Sedang gugurku menjadi remah yang terhisap tunas
Dan menjadikan sepenggal jiwa larut pada aliran darah



Kehidupan ini terlalu senyap
bila kau mengerti satu - satu rasa di hilir jiwa
Ketika keakuanku menentang ego
dan dihempas hatimu pada ketiadabatasan samudra
Hingga jiwa tergugah
bahwa kau begitu kecil di antara hamparan tanah



Dan biarlah daun terakhir itu gugur
di tengah tunas yang telah mulai menjadi pucuk baru
Hingga pada saatnya tiba
Lantunan daun segar menjadi temanku
beristirahat di surga yang sungguh hening

Resah

Malam ini...

Terasa resah dan gelisah

Angan ini ingin tengelam

bersama genangan awan yang hitam...

Dalam malam yg kian larut


Di tengah purnama yg kian indah

Masih q rasa gelap dan hampa

Keping jiwa terasa telah musnah...

Kini hatiku menjadi galau

Terhanyut dalam genangan air mata yg tumpah

Mimpi yang nyata,berubah

Menjadi semu.

Seperti sebuah imitasi

Kini menjadi suatu misteri


Misteri yang tiada yakin

Saat resah diterbangkan angin

Jiwa pun kini ikut goyah


Hanya doa dan pasrah

Semoga semua nya akan baik baik saja

Seperti asa yang selalu q bawa

Akhir Waktu


Langit senja berona jingga

Masih q di sini bersimpuh
Lebur menyatu dengan butir butir pasir di pesisir
Menanti gelombak ombak membelai hangat
Di tepian pantai kenangan ini
Ku nanti kidung indah yg pernah terdengar
Kembali temani akhir waktu q
Yang kini telah goyah dan resah
Desahan angin berhembus pada tubuh layu q
Ingin q saksikan kepakan sayap sayap camar diantara pesona akhir waktu
Q bisikan kata pada debu 2 di sekeliling
Kan selalu q nanti siluet penuh pesona itu
Meski kembali tak sempurna nya sama

Warna warni



Indah warnamu sambut pagi

Jingga terang berbias di mataku
Disaat kau mulai muncul ditimur
Sinar mu beri hangat jiwa ini
Ketika sehelai daun kering tepat jatuh di genggaman
Dengan segala keyakinan
Sebait kata q rangkai sebagai do'a di pagiku
Melafaskan atas karunia-Mu
Terima Kasih Tuhan
Kau masih beri nafas padaku

Untuk menikmati indahnya hamparan bumi mu meski tak sepenuhnya hijau lagi
Mengecap setiap karunia pemberian darimu
Yang seringkali q ingkari
Syukur ku sertakan kembali ke arakan awan putih
bersama tetesan embun pagi
Kidung cinta q lantunkan buat mu wahai mentari