Sabtu, 25 Juni 2011

Dilema Hati

Jika saja dapat ku hapus satu rasa yang sering membuat ku sedih dan menangis. Jika saja dapat  ku putar ulang sang waktu ingin ku kembali di masa lalu,saat 2 bahagia ku di mana tidak ada perselisihan,di mana selalu ada kebersamaan,dimana selalu ada canda dan tawa.  Namun ku tau yang    berlalu tak kan pernah terulang,kini hanya dapat ku tahan rasa kecewa , sedih dan tersiksa. Dunia telah mengubah segalanya,mengubah para hati yang cenderung lebih cinta padanya,pada dunia yang memikat mereka,harta,dan para kekasihnya.                                                                           

Namun tak pernah lelah aku mengantungkan asa,meski masa lalu tak kan pernah kembali,namun izinkan suasana bahagia itu terulang lagi. Sucikan para hati untuk saling mengikhlaskan diri, meski kini hidup tak sesuai angan angan. Karena angan angan itu yang telah membuat rasa kasih sayang menjadi hilang.                                                                                                                                      
Tuhaaaaaan,,,hanya Engkau Tempat ku mengadu,hanya Engkau yang mengerti hati ini,hanya Engkau yang membuat bathin ini tenang dan saat bersama-Mu...Gelisah itu menghilang.

Jumat, 24 Juni 2011

Berbusana Tapi Telanjang

Seiring perkembangan zaman banyak perempuan dan wanita muslim yang mengenakan ‘jilbab’, namun berpakaian sangat ‘provokatif,’ misalnya menampakkan lekuk-lekuk kemolekan tubuhnya? Fungsi jilbab yang semestinya diarahkan untuk menutupi aurat, seperti dada dan pinggul, justru malah diabaikan.
Sejatinya, penutup kepala seperti itu bukanlah jilbab yang disyariatkan Islam. Orang-orang lebih menyebutnya dengan “kerudung gaul.Maksudnya, seorang perempuan muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis, transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Semisal, kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelana jean atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya.                                                                                   “Sesungguhnya sebagian ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya”(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.)
Fenomena kerudung gaul adalah fenomena yang sangat membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang perempuan atau wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun tidak ingin ketinggalan model.kerudung gaul selalu dianggap lebih baik daripada tidak menutup aurat sama sekali. Atau juga dianggap sebagai sebuah proses belajar menutup aurat. Pernyataan-pernyataan tersebut sekilas tampak benar, namun sejatinya sungguh keliru. Karena seorang muslim diharuskan untuk menjalani setiap perintah syariat secara total atau kaffah.

Menggunakan kerudung gaul di anggap untuk proses belajar menutup aurat, namun setelah itu terkadang lupa akan aturan syariat yang sebenarnya. Walaupun kemudian mereka sadar akan aturan yang sesungguhnya, namun kemudian sulit untuk berubah.kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. Mereka mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming yang lebih cenderung mengikuti gaya gaya orang jahiliyah.
Banyak pandangan yang menyatakan bahwa perempuan yang memilih untuk berjilbab panjang dan mengenakan gamis rapih, maka mereka akan kehilangan respek dari kaum lelaki. Padahal, ditilik dari sudut pandang Islam, perempuan dewasa yang tidak menutup aurat, justru merekalah yang akan kehilangan respek dari setiap muslim dan muslimah, dan kehilangan respek dari Allah tentunya.Busana yang sangat tertutup sering di anggap busana khusus orang orang arab,jadi mereka tidak perlu untuk mengikutinya. Di tambah lagi marak nya kekerasan yang sering di lakukan wanita wanita arab karena di anggap mereka tertekan dengan sulitnya pergaulan di luar rumah rumah mereka.

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)

Jilbab syar’i bermakna sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Hal ini membuat seorang muslimah tampak elegan, santun, bermartabat, dan tentunya berkepribadian islami.
Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung dia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun, dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena aku jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”

Sementara seorang wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, ber-tabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain, akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Secara tidak langsung dia berkata, “Silahkan kalian menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Dan mereka sangat senag di puji meskipun sesungguhnya pujian itu hanya ucapan palsu dan tipuan belaka.Wanita yang mengenakan kerudung gaul itu pamer aurat dan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain. Mereka mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba….

Setiap laki-laki pun sontak berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya. Mata mereka akan menelanjanginya dari atas hingga mata kaki. Sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah dia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.
 “Dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggok-lenggok, kepalanya bagaikan punuk onta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan sejak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim)                                                                                                                             

Rasulullah bersabda bahwa wanita berpakaian tapi telanjang  itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya….
 “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.”
Kesimpulannya, wanita berpakaian telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya, atau memakai pakaian ketat, sehingga terlihat lekuk tubuhnya, dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.

☆:*´¨`*:..:*´¨`*:.☆Aurat Wanita☆:*´¨`*:..:*´¨`*:.☆

1. Bulu kening – Menurut Bukhari, Rasullulah melaknati perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening (Hadis Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari)                       2. Kaki memakai gelang kaki – Dan janganlah mereka (perempuan) menghentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan –  (QS.An-Nur Ayat 31.)  Menampakkan kaki dan menghayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah.                                     3. Wangi-wangian atau parfum – Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya tercium para hidung belang – (Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban)   4. Dada – Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka – (QS.An-Nur Ayat 31.)                                                                                                5. Gigi – Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya –(Hadis Riwayat At-Thabrani) Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah – (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.)                                                                                  6. Muka dan leher – Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu.(QS.Al-Ahzab:33).sangat di larang bergaya dengan mencontoh  orang Jahilliyah.                                                                                                                       7. Muka dan Tangan – Asma binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja – Petikan dari (Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.)                                                                                                                                       8. Tangan – Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya – (Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.)                                        9. Mata – Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya – ( QS. An Nur Ayat 31.) Sabda Nabi Muhamad SAW, Wahai ali Janganlah kau turutkan pandangan pertama mengikuti pandangan lainnya.(Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.)  Karena Pandangan mata itu laksana panah panahberacun dr anak panah2 Iblis.                                                   10. Mulut (suara) – Janganlah perempuan-pempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik –(QS.Al Ahzab Ayat 32.) Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi – (Hadis Riwayat Ibn Majah.)                                           11. Kemaluan – Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka – (QS.An Nur Ayat 31).Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya – (Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.) Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah – Petikan dari (Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.)                                                                                                                                             12. Pakaian – Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti – (Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.) (Surah Al Ahzab Ayat 59. ) Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai kain kudung ke dada mereka yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali . Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.   Sesungguhnya sebagian ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya - (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.) Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.   13. Rambut – Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya –(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.)  

Sabtu, 18 Juni 2011

Wanita itu Aurat

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.” (QS. Al A’raf : 27)

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah.”                                                  
Yang namanya aurat berarti membuat malu bila terlihat orang lain hingga perlu ditutupi dan dijaga dengan baik. Karena wanita itu aurat, berarti mengundang malu bila sampai terlihat lelaki yang bukan mahramnya.                                                                                                
Untuk tetap tinggal di dalam rumah itu lebih baik bagi si wanita, lebih menutupi dirinya dan lebih jauh dari fitnah (godaan/gangguan). Bila ia keluar rumah, setan berambisi untuk menyesatkannya dan menyesatkan orang-orang dengan sebab dirinya. Tidak ada yang selamat dari fitnah ini kecuali orang-orang yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sekiranya wanita harus keluar dari rumah rumah mereka,tetaplah untuk menjaga keharusan nya sebagai wanita yang beriman,dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dan tidak memakai perhiasan yang dapat menarik perhatian,serta wangi-wangian.  

“Dan hendaklah kamu tetap di rumah mu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu...” (Al-Ahzab: 33).                                                  

Jauhnya zaman ini dengan masa kenabian, ditambah lagi kebodohan yang tersebar luas di kalangan kaum muslimin dan hawa nafsu yang mendominasi, banyak ajaran dan aturan agama Islam yang dianggap aneh, asing, dan tidak lumrah. Termasuk keberadaan wanita sebagai aurat, sehingga harus ditutupi dari pandangan lelaki ajnabi (non-mahram), sulit diterima oleh kebanyakan orang bahkan oleh kaum wanita sendiri. Yang dianggap biasa justru keberadaan wanita yang berkeliaran di luar rumah, hilir mudik tanpa malu di depan lelaki ajnabi, tanpa mengenakan busana yang syar’i, malah memamerkan kemolekan wajahnya dan keindahan anggota tubuhnya, kebagusan dandanannya, serta semerbak aroma tubuhnya. Wallahul musta’an (Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah tempat meminta pertolongan).                                                                                                                                 
Kebanyakan orang orang yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka senantiasa mengabaikan aturab aturan Allah yang sudah tentu baik bagi mereka,terutama bagi para wanita sendiri, hendaklah mereka bersegera berpegang dengan tuntunan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena di dalamnya pasti ada kebaikan bagi mereka.

Jumat, 17 Juni 2011

Hadapi Hari Ini Dengan Senyuman

Hidup itu adalah suatu masalah, dan seringkali masalah itu membuat kita bersedih dan tersiksa hingga hati kita merasa goyah dan resah. Dan setiap masalah dalam hidup itu tak kan pernah usai sampai akhir hidup manusia,maka dari itu jika kesedihan itu tiba tiba saja menjelma maka cobalah menangkisnya agar kita tak larut dalam suasana itu hingga menjadi bumerang dalam kehidupan.  

Cobalah menangkis rasa sedih dan gundah itu dengan mempokuskan pikiran sepenuhnya pada pekerjaan hari ini yang sedang di kerjakan dan berhentilah menghayal  tentang hari yang akan datang karena kita tak pernah tau bagaimana kehidupan kita kelak,dan berhentilah mengingat masa lalu yang suram karena kehidupan itu bisa berganti menjadi ceria.                                                        

Rasulullah selalu berlindung kepada Allah dari kegundahan (al-hamm) dan kesedihan (huzn),                     Al-huzn adalah kesedihan terhadap perkara perkara yang telah lampau yang tak mungkin di putar ulang. Al hamm adalah kegundahan yang terjadi di sebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap satu hal yang akan terjadi di masa mendatang.                                                                                               

Jadi sebagai seorang hamba yang beriman itu menyongsong harinya dengan senyuman meski apapun yang di hadapinya,dan mengkonsentrasikan keseriusan dan kesungguhan untuk  memperbaiki hari hari yang akan di jalaninya.Karena hati yang senantiasa qona’ah akan mampu menghibur hatinya ketika setiap problem yang menimpanya.                                                                

“Berupaya keraslah untuk mencapai apa yang bermanfaatbagimu dan memohonlah pertolongan Allah serta janganlah kamu lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu janganlah kamu berkata Andaikan...akan tetapi katakanlah :Allah telah menaqdirkan ini.Allah melakukan apa yang di kehendaki-Nya,karen kata andaikan membukakan pintu perbuatan syaitan.(HR.Muslim)”