Selasa, 23 Agustus 2011

Keras nya Hati

Dunia yang selalu mengeraskan hati bagi jiwa yang senantiasa lalai. Menaklukan bagi iman yang lemah dan menguasai pikiran manusia yang berhati gersang.                                                                                          Hidup penuh goncangan dan tidak merasakan ketenangan dan kedamaian bagi yang berhati sempit, mereka selalu tenggelam dalam keterpurukan ibarat karam dalam lautan luas tanpa batas , tidak memiliki pegangan sampai akhirnya lemas dan mati.                                                                                                               

Allah akan memberikan hukuman yang lebih besar kepada hamba yang berhati keras seperti besi dan batu , dan hanya panas nya api neraka yang dapat menghancurkannya. Pada Hati yang keras ia tidak akan pernah merasa puas , hidup mereka terasa kering dan merongrong mereka tanpa perah usai.                                         

Sering nya lisan bergerak tanpa berpikir hingga menjadi duri dan melukai banyak hati , namun ketika ingin mengobati nya luka luka itu terlanjur mengangga dan sulit untuk menyembuhkannya.   Lisan adalah buah tutur dari apa yang terkandung di dalam hati , hati yang keras adalah hati yang hampa dan gersang dari segala kebaikan sering menolak nasihat dan telah menjadi buta hingga tak menerima kebenaran. Jika hati telah buta maka akan semakin jauh dari Rahmat dan Cahaya Ilahi.

Selasa, 16 Agustus 2011

KITA

Seringkali kita lupa untuk apa kita di ciptakan , tidaklah di ciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada ALLAH. Seringkali kita bangga diri dan lupa dengan yang telah menciptakan kita. Seringkali kita meminta hak kita kepada ALLAH namun mengabaikan kewajiban kita. Itulah manusia senantiasa tergesa gesa dan sering lupa.                                                                                                                                               

Burung burung pun senantiasa bertasbih , daun daun selalu tak henti berzdikir. Batu batu senantiasa berzdikir, dan gunung gunung pun tak pernah lupa bertasbih menyebut Asma - Mu , namun manusia sering kali lalai untuk menngingatkan - Mu.                                                                                                                                      

Sebagai manusia yang di karuniakan kesempurnaan akal , bentuk dan segi kehidupan selalu lah bersyukur atas segala kenikmatan ini dengan tidak pernah meninggalkan - Nya sedetik pun. Jadilah seperti burung ,dedauan , bebatuan dan gunung gunung yang senantiasa bertasbih menyebut - Nya , di mana dan dalam situasi apapun. Karena saat yang kita lewati adalah kehendak- Nya dan tiada yang mampu melawan takdir- Nya.

Minggu, 14 Agustus 2011

Biarkan semua nya berlalu

Terdengar suara rintik hujan membahana di penghujung waktu , tak ku lihat kepakan burung burung camar berkejaran di sore hari , tak ku dapati senyuman sang mentari ketika hendak pergi bersembunyi di balik mega menuju peraduan. tak jua ku temui senja kali ini dengan keindahan siluet penuh pesona , meski pun hujan baru saja usai tak kan mungkin hadir pelangi karena malam akan segera menjelang.                                                  

Ku tatap langit langit yang kian menghitam, awan awan yang juga memedar tiada keindahan . Ku tau ini tak mungkin , ku sadari semua nya harus ku akhiri. Ku pejam kan mata saat ku rasa tak sanggup menahan perih . Harus kah ku katakan penyesalan , kenapa harus ada pertemuan jika harus ada kisah yang menyedihkan.        

Namun ku yakin kan hati dengan penuh keikhlasan , selalu ada Cinta Abadi yang selalu menanti ku kapan saja dan di mana saja . Cinta - Mu Ya Rabb ... yang tak pernah harapkan balasan . Namun ku harus berkorban Demi mengagapai - Mu , dengan sebuah pengorbanan. Apapun yang ingin ku cintai . apapun yang ingin ku miliki harus ku patrikan semata mata Karena - Mu ,,,, Karena Karena - Mu.                                              

Ketika kaki kaki ku tak mampu untuk berdiri di sini di akhir waktu, bersimpuh ku di anatar batu batu , gunung , burung dan dedaunan yang selalu memuji - Mu ,                                                                                        Ampun kan aku Ya Rabb...ku sempat melupakan - Mu .                                                                              Terima aku kembali Ya Rahman...meski aku sempat melewatkan - Mu.                                                     Limpahkan Hidayah - Mu selalu Ya Rahim agar Cinta ku, Rindu ku hanya kepada - Mu .                      izinkan aku hidup dengan hanya mengharap Ridho - Mu                                   

Kamis, 11 Agustus 2011

MANUSIA

Bermula dari Allah SWT menciptakan manusia, yaitu daripada segumpal tanah kemudian ditupkan roh padanya sehingga ia bernyawa atau hidup. Inilah manusia yang merupakan perpaduan dua unsur yang kemudian melahirkan sifat baru. Kedua unsur itu ialah jasad dan roh yang kemudian hidup, yang lebih populer kita namakan jiwa dan raga dan hidup.
Manusia yang juga berarti lupa bila kita mengambil kata dasarnya yaitu insya. sangat tepat bila diistilahkan seperti ini yaitu bahwa manusia adalah tempatnya segala salah dan lupa. Demikianlah kenyataannya bahwa manusia memang selalu lupa, lupa tentang asal mula kejadiannya. padahal Allah SWT sudah memerintahkan agar manusia itu mengetahui dari apa dia diciptakan.
Bila kita menelaah kepada sejarah diturunkannya Al-Qur'an, bahwa Allah SWT menurunkan kepada Nabi Muhammad saw lima ayat yaitu Surat Al 'Alaq. Inilah dasar yang sangat sempurna yang diturunkan oleh Allah kepada manusia untuk berfikir. yaitu dengan membaca, membaca tentang asal kejadian manusia. Sesungguhnya manusia yan diciptakan dari tanah, dari segumpal darah, dari saripati bumi, dari air yang terpancar, dari setitik air yang hina, dari setitik nuqtah dan sebagainya, adalah agar kita mengenal Allah SWT.
Semoga tulisan ini dapat berguna untuk kita berfikir tentang Allah SWT, mengingat pengenalan kepada allah SWT ini adalah merupakan awal kita beragama.Dengan mengenal Allah SWT maka mudahlah kita beribadah kepada-Nya. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua amin.

  Mari kita melilik tentang kewajiban berhaji, untuk apakah kita melaksanakan haji kebaitullah ?..hampir semua orang islam akan menjawab "yaitu untuk memenuhi panggilan Allah". tetapi panggilan Allah untuk apa ?....Yaitu untuk meng Esakan Allah, sebagaimana lafaz talbiyahnya yang berbunyi "Aku penuhi panggilanmu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, Aku penuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu........", lafaz ini di kumandangkan setiap kita berhaji, tapi apakah semua orang memahami maknanya yang sebenarnya ? mengapa kita harus berihrom, lalu wukuf diarofah, lalu melempar jumroh, lalu tawaf di baitullah ?. sebenarnya semuanya ini adalah isyarat agar kita mengenal Diri kita yang sebenarnya, mengenal sejarah penciptaan manusia, mengenal hakikat diturunkannya manusia dimuka bumi ini, mengenal tentang alam ini. Sesungguhnya Allah telah menciptakan jin dan manusia semata-mata untuk beribadah kepada-Nya, dan seluruh elemen alam ini adalah bahan dasar untuk berfikir bagi manusia, semata-mata agar manusia mengenal Tuhannya.
       Haji adalah Rukun islam yang kelima, adalah ahir dari kesempurnaan kita beriman dan beragama. pertanda bila kita benar-benar beriman maka kita haruslah suci, karena kita berasal daripada suci dan kembali pula dalam keadaan suci.Sungguh untuk mensucikan nama Allah, atau memenuhi panggilan Allah untuk meng Esakan-Nya tidaklah mesti jauh-jauh datang kebaitullah. dimana saja kita selalu diseru, dan tidak boleh mempersyarikatkan Allah dengan segala apapun.
       Sungguh agama islam ini benar-benar sempurna bagi yang sudah benar-benar pula memahaminya. Segala aktifitas ibadah yang diatur oleh islam mengandung makna-makna yang sangat tinggi untuk kebaikan kita dunia dan akhirat. kebaikan yang menyeluruh meliputi jahir daan batin. sebagai salah satu contoh adalah ibadah sholat.
       Islam mewajibkan pengikutnya untuk mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari semalam, kewajiban ini mutlak bagi yang sudah sempurna akalnya (baligh). dan ditentukan pula rukun,wajib dan sunnahnya, agar kita dapat memahami satu demi satu makna yang tersirat didalam setiap gerakan juga bacaan-bacaannya. semuanya adalah isyarat ilmu yang harus kita pelajari satu demi satu hingga kita memahaminya.
       Manusia adalah perbendaharaan yang tersembunyi, yang  terdiri dari dua bagian yaitu yang jahir dan yang bathin. didalam setip ritual agama selalui ada kedua hal itu, mengingat kesemuanya adalah unsur alam yang terpadu menjadi satu, sempurna menjadi bentuk yang terbaik yaitu manusia. maka marilah kita mengenal Allah dengan mengenal manusia (diri kita), memilah segala unsur-unsur yang ada pada kita baik unsur mikro maupun makronya. mengupas segalanya menjadi butiran-butiran yang bermakna sesuai  dengan konsep ilmu  perintah dan yang diperintahkan serta apa yang diperintahkan. "kenallah dirimu niscaya kau akan mengenal Tuhanmu".