Bermula dari Allah SWT menciptakan manusia, yaitu daripada segumpal tanah kemudian ditupkan roh padanya sehingga ia bernyawa atau hidup. Inilah manusia yang merupakan perpaduan dua unsur yang kemudian melahirkan sifat baru. Kedua unsur itu ialah jasad dan roh yang kemudian hidup, yang lebih populer kita namakan jiwa dan raga dan hidup.
Manusia yang juga berarti lupa bila kita mengambil kata dasarnya yaitu insya. sangat tepat bila diistilahkan seperti ini yaitu bahwa manusia adalah tempatnya segala salah dan lupa. Demikianlah kenyataannya bahwa manusia memang selalu lupa, lupa tentang asal mula kejadiannya. padahal Allah SWT sudah memerintahkan agar manusia itu mengetahui dari apa dia diciptakan.
Bila kita menelaah kepada sejarah diturunkannya Al-Qur'an, bahwa Allah SWT menurunkan kepada Nabi Muhammad saw lima ayat yaitu Surat Al 'Alaq. Inilah dasar yang sangat sempurna yang diturunkan oleh Allah kepada manusia untuk berfikir. yaitu dengan membaca, membaca tentang asal kejadian manusia. Sesungguhnya manusia yan diciptakan dari tanah, dari segumpal darah, dari saripati bumi, dari air yang terpancar, dari setitik air yang hina, dari setitik nuqtah dan sebagainya, adalah agar kita mengenal Allah SWT.
Semoga tulisan ini dapat berguna untuk kita berfikir tentang Allah SWT, mengingat pengenalan kepada allah SWT ini adalah merupakan awal kita beragama.Dengan mengenal Allah SWT maka mudahlah kita beribadah kepada-Nya. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua amin.
Manusia yang juga berarti lupa bila kita mengambil kata dasarnya yaitu insya. sangat tepat bila diistilahkan seperti ini yaitu bahwa manusia adalah tempatnya segala salah dan lupa. Demikianlah kenyataannya bahwa manusia memang selalu lupa, lupa tentang asal mula kejadiannya. padahal Allah SWT sudah memerintahkan agar manusia itu mengetahui dari apa dia diciptakan.
Bila kita menelaah kepada sejarah diturunkannya Al-Qur'an, bahwa Allah SWT menurunkan kepada Nabi Muhammad saw lima ayat yaitu Surat Al 'Alaq. Inilah dasar yang sangat sempurna yang diturunkan oleh Allah kepada manusia untuk berfikir. yaitu dengan membaca, membaca tentang asal kejadian manusia. Sesungguhnya manusia yan diciptakan dari tanah, dari segumpal darah, dari saripati bumi, dari air yang terpancar, dari setitik air yang hina, dari setitik nuqtah dan sebagainya, adalah agar kita mengenal Allah SWT.
Semoga tulisan ini dapat berguna untuk kita berfikir tentang Allah SWT, mengingat pengenalan kepada allah SWT ini adalah merupakan awal kita beragama.Dengan mengenal Allah SWT maka mudahlah kita beribadah kepada-Nya. Semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua amin.
Haji adalah Rukun islam yang kelima, adalah ahir dari kesempurnaan kita beriman dan beragama. pertanda bila kita benar-benar beriman maka kita haruslah suci, karena kita berasal daripada suci dan kembali pula dalam keadaan suci.Sungguh untuk mensucikan nama Allah, atau memenuhi panggilan Allah untuk meng Esakan-Nya tidaklah mesti jauh-jauh datang kebaitullah. dimana saja kita selalu diseru, dan tidak boleh mempersyarikatkan Allah dengan segala apapun.
Sungguh agama islam ini benar-benar sempurna bagi yang sudah benar-benar pula memahaminya. Segala aktifitas ibadah yang diatur oleh islam mengandung makna-makna yang sangat tinggi untuk kebaikan kita dunia dan akhirat. kebaikan yang menyeluruh meliputi jahir daan batin. sebagai salah satu contoh adalah ibadah sholat.
Islam mewajibkan pengikutnya untuk mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari semalam, kewajiban ini mutlak bagi yang sudah sempurna akalnya (baligh). dan ditentukan pula rukun,wajib dan sunnahnya, agar kita dapat memahami satu demi satu makna yang tersirat didalam setiap gerakan juga bacaan-bacaannya. semuanya adalah isyarat ilmu yang harus kita pelajari satu demi satu hingga kita memahaminya.
Manusia adalah perbendaharaan yang tersembunyi, yang terdiri dari dua bagian yaitu yang jahir dan yang bathin. didalam setip ritual agama selalui ada kedua hal itu, mengingat kesemuanya adalah unsur alam yang terpadu menjadi satu, sempurna menjadi bentuk yang terbaik yaitu manusia. maka marilah kita mengenal Allah dengan mengenal manusia (diri kita), memilah segala unsur-unsur yang ada pada kita baik unsur mikro maupun makronya. mengupas segalanya menjadi butiran-butiran yang bermakna sesuai dengan konsep ilmu perintah dan yang diperintahkan serta apa yang diperintahkan. "kenallah dirimu niscaya kau akan mengenal Tuhanmu".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar