Selasa, 03 Januari 2012

WaNiTa

Wanita... Kau laksana cahaya indah sang mentari Pesona mu terlihat dari bening bola matamu terlahir dari lubuk hati mu yang senantiasa ikhlas dalam kesabaran sebagai pertahanan mu dalam keimanan Wanita... Cantik mu terlihat ketika tergerai lebar busana syar'i mu Kau tutup keanggunan dan pesona mu dengan rapi niat mulia mu agar pada pria bisa menjaga pandangan nya dari fitnah yang bermaksiat yang sering lahir dari mata Wanita... Dengan terbalut kain panjang menutup mahkota indah mu yang selalu kau jaga dan kau rawat hanya untuk sebuah pandangan mata sang pangeran impian mu seorang pangeran yang akan menbawa mu semakin mencintai RABB mu

HaDiSt

Apapun yang kita perbuat bergantung pada niatnya,apapun yang di kerjakan tentu hasilnya sesuai dgn yg di niatkan pula. Oleh karena itu siapa saja yg melaksanakan sesuatu perbuatan maka lihatlah niatnya dan jagalah selalu kelurusannya. Bisa jadi niat itulah yg membawa keberkahan namun bisa juga justru niat itu pula yang membuat kita terjerembab ke lembah nista yang menjijikan dan mngerikan dn membuat kita tdk mendapatkan apapun dr amalan yg kita lakukan selain kecelakaan. "Wahai manusia,bahwasanya semua amal itu dgn niat,dn bahwasanya seorang itu apa yg ia niatkan. Oleh sebab itu,barangsiapa yg hijrahnya adlh kpada ALLAH dan Rasulnya maka hijrahnya kepada ALLAH dn Rasulnya, dan barang siapa hijrahnya kepada dunia yang ia igin memperolehnya,maka hijrahnya kepada apa yg ia ingnkan " (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Puisi

Kepakan sayap sayap , tak mampu membawa ku terbang menjauh dan menghilang. 
Kini terasa beku dan kaku,,,meski kaki kaki semu mencoba berlari dan sembunyi. 
Suara suara mengalun menulikan telinga berteriak di antara dedaunan tertiup angin. 
Kini ku tak berdaya,jatuh dan lunglai,,,bersimpuh dalam genangan air mata. 
Terhanyut dalam limpahan tangis tak terbendung,,,dalam mata terpejam. Ku ingat hanya lah dosa, 
Ampunkan daku YA RABB

Renungan Malam

Dalam keheningan malam menangis meneteskan air mata dan berdoa dengan hati yang tersayat perih, 'Hatiku menangis karena dosa-dosa namun bergembira saat melakukannya, kemudian mataku menangis sedih atas apa yang terjadi akibatnya.' Wahai masa muda, Wahai Pemberi Rahmat, sekehendakNya kepada salah seorang dari orang-orang yang menangis, apakah Engkau akan menjagaku kelak di Masa Kebangkitan?' Walaupun belum Engkau terima taubatku, Wahai Yang Maha Mulia, telah mendekat juga bagiku waktu kembali. Wahai Yang Pengasih, walaupun Engkau palingkan wajahMu dariku, maka dengan yang haq, aku akan menjaga wajahku agar tidak berpaling dari wajah-Mu. Jika Engkau luaskan nikmatMu dan Engkau beri aku nikmat yang tiada habis sejak dahulu kala, tidak akan menjadikan nikmat bagi aku yang pendosa. Dari tujuh orang yang mendapatkan naungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada Hari Kiamat kelak, ketika matahari hanya sejengkal dari kepala adalah air mata yang menangis memohon ampun kepada Allah, sebagai Sabda Nabi, 'Dan orang yang mengingat Allah sendirian, lalu air matanya bercucuran.' (HR. Bukhari & Muslim).

Renungan

Langit kelam menyapa dengan mengirim rintik hujan, Malam menjelang penuh kebisuan,  
mencekam dingin penuh dilema, senja usai tanpa siluet di langgit jingga, 
temui malam tanpa kerlap kerlip bintang kejora, sendiri ku dalam keramaian, 
mencekam ku dalam kehampaan, menyiksaku dalam tawanan, tawa ku berderai air mata, 
senyum ku bertabur luka, hatiku meronta entah untuk apa dan untuk siapa, hari berlalu sia-sia, 
Dekap aku wahai Penguasa Hati, dalam belaian lembut Kasih Dan Sayang - Mu, 
Hadirkan Ketenangan bersama Cinta - Mu, dalam munajat Muhasabah Dilema Kisah ku, 
Linangan air mata tak terbendung dalam sujud khusyuk ku, Mengharap kan ampunan - MU. 
Ku Yakin akan ada Pelangi usai badai berlalu, Ku pasrahkan jiwa selalu ada berkah di balik semua Dilema,