Semalam aku tak ditemani
rembulan
hadirnya ada namun tak nampak
terang
bersembunyi dibalik tabir awan
yg kelabu
sedang pungguk tegak didahan
ilalang bersenandung
sayu
meski nadanya sumbang
ku coba mencari wajah mu
di panorama langit berbatas kegelapan namun
tak dapat ku temui
Meski hanya siluet mu
yang masih saja memburu waktu
sedang hamparan samudra masih dangkal menanti hujan menyatukan diri
Sabtu, 09 Juni 2012
Jadilah seperti lilin, ketika habis terbakar tak membuat ia ikut kehilangan wujud walau ia akan berubah bentuk.
Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan
dirimu. Biarkan hatimu kembali
melebarkan sayapnya dan terbang ke
alam bebas lagi
Ingatlah,, bahwa kamu mungkin
menemukan cinta dan kehilangannya.
tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak
perlu mati bersamanya
..
Keheningan
Gugurlah helai helai daun renta di perjalanan hening
Ketika satu kuncup memberi cahaya bagi bumi yang lengang
Kemanakah kan berakhir ujung jalan itu duhai sang waktu
Sedang gugurku menjadi remah yang terhisap tunas
Dan menjadikan sepenggal jiwa larut pada aliran darah
Kehidupan ini terlalu senyap
bila kau mengerti satu - satu rasa di hilir jiwa
Ketika keakuanku menentang ego
dan dihempas hatimu pada ketiadabatasan samudra
Hingga jiwa tergugah
bahwa kau begitu kecil di antara hamparan tanah
Dan biarlah daun terakhir itu gugur
di tengah tunas yang telah mulai menjadi pucuk baru
Hingga pada saatnya tiba
Lantunan daun segar menjadi temanku
beristirahat di surga yang sungguh hening
Ketika satu kuncup memberi cahaya bagi bumi yang lengang
Kemanakah kan berakhir ujung jalan itu duhai sang waktu
Sedang gugurku menjadi remah yang terhisap tunas
Dan menjadikan sepenggal jiwa larut pada aliran darah
Kehidupan ini terlalu senyap
bila kau mengerti satu - satu rasa di hilir jiwa
Ketika keakuanku menentang ego
dan dihempas hatimu pada ketiadabatasan samudra
Hingga jiwa tergugah
bahwa kau begitu kecil di antara hamparan tanah
Dan biarlah daun terakhir itu gugur
di tengah tunas yang telah mulai menjadi pucuk baru
Hingga pada saatnya tiba
Lantunan daun segar menjadi temanku
beristirahat di surga yang sungguh hening
Resah
Terasa resah dan gelisah
Angan ini ingin tengelam
bersama genangan awan yang hitam...
Dalam malam yg kian larut
Di tengah purnama yg kian indah
Masih q rasa gelap dan hampa
Keping jiwa terasa telah musnah...
Kini hatiku menjadi galau
Terhanyut dalam genangan air mata yg tumpah
Mimpi yang nyata,berubah
Menjadi semu.
Seperti sebuah imitasi
Kini menjadi suatu misteri
Misteri yang tiada yakin
Saat resah diterbangkan angin
Jiwa pun kini ikut goyah
Hanya doa dan pasrah
Semoga semua nya akan baik baik saja
Seperti asa yang selalu q bawa
Akhir Waktu
Langit senja berona jingga
Masih q di sini bersimpuh
Lebur menyatu dengan butir butir pasir di pesisir
Menanti gelombak ombak membelai hangat
Di tepian pantai kenangan ini
Ku nanti kidung indah yg pernah terdengar
Kembali temani akhir waktu q
Yang kini telah goyah dan resah
Desahan angin berhembus pada tubuh layu q
Ingin q saksikan kepakan sayap sayap camar diantara pesona akhir waktu
Q bisikan kata pada debu 2 di sekeliling
Kan selalu q nanti siluet penuh pesona itu
Meski kembali tak sempurna nya sama
Langit senja berona jingga
Masih q di sini bersimpuh
Lebur menyatu dengan butir butir pasir di pesisir
Menanti gelombak ombak membelai hangat
Di tepian pantai kenangan ini
Ku nanti kidung indah yg pernah terdengar
Kembali temani akhir waktu q
Yang kini telah goyah dan resah
Desahan angin berhembus pada tubuh layu q
Ingin q saksikan kepakan sayap sayap camar diantara pesona akhir waktu
Q bisikan kata pada debu 2 di sekeliling
Kan selalu q nanti siluet penuh pesona itu
Meski kembali tak sempurna nya sama
Warna warni
Indah warnamu sambut pagi
Jingga terang berbias di mataku
Disaat kau mulai muncul ditimur
Sinar mu beri hangat jiwa ini
Ketika sehelai daun kering tepat jatuh di genggaman
Dengan segala keyakinan
Sebait kata q rangkai sebagai do'a di pagiku
Melafaskan atas karunia-Mu
Terima Kasih Tuhan
Kau masih beri nafas padaku
Untuk menikmati indahnya hamparan bumi mu meski tak sepenuhnya hijau lagi
Mengecap setiap karunia pemberian darimu
Yang seringkali q ingkari
Syukur ku sertakan kembali ke arakan awan putih
bersama tetesan embun pagi
Kidung cinta q lantunkan buat mu wahai mentari
Indah warnamu sambut pagi
Jingga terang berbias di mataku
Disaat kau mulai muncul ditimur
Sinar mu beri hangat jiwa ini
Ketika sehelai daun kering tepat jatuh di genggaman
Dengan segala keyakinan
Sebait kata q rangkai sebagai do'a di pagiku
Melafaskan atas karunia-Mu
Terima Kasih Tuhan
Kau masih beri nafas padaku
Untuk menikmati indahnya hamparan bumi mu meski tak sepenuhnya hijau lagi
Mengecap setiap karunia pemberian darimu
Yang seringkali q ingkari
Syukur ku sertakan kembali ke arakan awan putih
bersama tetesan embun pagi
Kidung cinta q lantunkan buat mu wahai mentari
Langganan:
Postingan (Atom)





