Orang mu'min jika di uji dengan datangnya penyakit atau kefakiran atau semacamnya yang mana setiap orang bisa menjadi sasaran cobaan itu,maka dengan iman dan jiwa qona'ah serta ikhlas terhadap apa yang di berikan Allah kepadanya,akan kita dapati ia berhati sejuk dan selalu tampak ceria dengan binar mata yang selalu bening,tidak menuntut sesuatu yang tidak di takdirkan untuknya.
Orang beriman dan dan melakukan amal shaleh menghadapi keberuntungan dengan rasa syukur dengan sungguh sungguh dengan membuktikannya dgn prilaku sebagaimana orang bersyukur,dan bersabar jika bencana yang datang.
Orang baik dan orang jahat,orang mu'min dan orang kafir adalah sama di sisi keberanian yang di peroleh melalui upaya dan latihan di sisi naluri/imstinc yang berfungsi melipur dan menurunkan rasa takut. Akan tetapi orang mu'min dengan kekuatan imannya,kesabarannya dan kepasrahan dengan bersandar kepada Allah ia lebih unggul dengan memiliki nilai lebih yang akan meningkatkan keberaniannya,meringankan rasa takutnya dan membuatnya memandang kecil segala kesulitanya yang ia hadapi.
"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan pembicaraan pembicaraan antar mereka kecuali pembicaraan orang yang menyuruh bersedekah,atau melakukan kebajikan atau menggadakan perdamaian di antara manusia.Maka barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhoan Allah,maka kelak Kami mengaruniakan kepadanya pahala yang besar"(QS.An-Nisa:114).
Allah Subhana WaTa'ala menerangkan bahwa semua itu adalah kebaikan yang timbul dari pelakunya.Sedangkan suatu kebaikan akan menghasilkan kebaikan dan menangkis keburukan,dan bahwa orang mu'min yang hanya berharap pahala Allah akan di anugrahi oleh-Nya pahala yang agung.Termasuklah pahala itu hilangnya rasa gundah,sedih,ruwet dan resah hati serta semacamnya.
“Apabila Kalian berharap agar Allah senantiasa menganugerahkan kepada kalian apa-apa yang kalian cintai dan sukai maka hendaklah kalian senantiasa menjaga dan melaksanakan apa-apa yang dicintai dan disukai oleh Allah.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar