Kenikmatan sejati adalah di saat kita berada dalam ajaran tauhid yang benar secara ilmiah maupun amaliah.
"Tunjuki kami jalan yang lurus,yaitu jalan orang orang yang telah Engkau beri nikmat,bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat"(QS.Al-Fatihah:6-7).
"Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka,dan merekalah orang orang yang beruntung"(QS.Al-Baqarah:5)."Maka jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku,maka siapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka"(QS.Thaha:123).
"Siapa yang mengikuti petunjuk-Ku,niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati"(QS.Al-Baqarah:38).
Oleh karena itu orang orang yang mengikuti petunjuk Al-Qur'an dan beramal saleh di janjikan akan mendapatkan kenikmatan sempurna di akhirat nanti.Sebaliknya orang orang yang sesat dan berbuat dosa di ancam dengan kesengsaraan. Ketentuan ini telah di sepakati semua rasul Allah dan tercantum dalam kitab kitab suci-Nya.
Sering kita mendengar dan melihat orang orang beriman tidak banyak memperoleh jabatan dan harta benda di dunia,karena itu ia berkeyakinan bahwa kenikmatan di dunia hanyalah di peruntukan bagi bagi orang yang meminta dunia mendekati mereka,dan bagi orang kafir dan munafik. Dan ia juga yakin saat di dunia mereka di beri kemuliaan dan kemenangan dalam ukuran dunia pula.
"Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah,Rasul-Nya dan orang-orang mukmin,tetapi orang orang munafik tidak mengetahuinya"(QS.Al-Munafiqun:8). "Allah telah menetapkan "Aku dan rasul rasul - Ku pasti menang"Sesungguhnya Allah Mahakuat dan Mahaperkasa"(QS.Al-Mujadilah:21).
"Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang orang yang bertaqwa"(QS.Al-A'raf:128). Janji Allah itu benar kesudahan yang baik bagi orang bertaqwa adalah di akhirat kelak,karena semua yang tampak indah di dunia hanyalah tipu daya dan kesia sia an jika kita mengejarnya. Dan apabila golongan kafir dan munafik itu selalu menang di dunia ini itu adalah sebagian ujian bagi orang bertaqwa dan juga merupakan cara Allah semakin menjauhkan sejauh jauhnya mereka yang bathil dari cahaya Kasih Allah.
Semua yang Allah kehendaki selalu ada hikmah dan kebaikan bagi hamba - Nya bertaqwa yang hanya mengharap wajah Allah di akhir penantian mereka kelak.
"Bencana dan ujian bagi seorang mukmin layaknya obat yang bisa menghilangkan berbagai penyakit yang jika di biarkan akan menjadi derita bagi kondisi tubuhnya. Dapat mengikis pahala dan menurunkan derajatnya jika ia memperturutkan hawa nafsunya"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar